Friday, 2 October 2015

Mengatasi Gejala Hipotermia yang Baik dan Benar

Dizaman sekaraang ini sangat tren sekali berwisata di alam terbuka, seperti mendaki gunung, mandi di air terjun, menyusuri goa dan bermain di pantai. Tahun demi tahun semua itu terus meningkat, belum lagi dengan bantuan medsos yang membuat kita tertarik untuk pergi berkunjung, serta memicu munculnya para petualang alam yang baru.

Mendaki gunung termasuk aktivitas wisata alam yang paling banyak diminati, selain biaya yang hampir bisa terjangkau sensasi yang ditimbulkan pun begitu luar biasa, seperti kecanduan, setelah kita telah berhasil mendaki gunung tersebuut dan sampai puncak, dengan otomatis muncullah keinginan untuk mendaki, atau menakhlukan gunung-gunung yang lain. Tetapi yang terpenting yang harus diutamakan oleh para pendaki adalah : KESELAMATAN.

Ada banyak sekali rintangan atau bahaya yang selalu kita hadapi, seperti dirumah mungkin tidak terlalu berbahaya, tetapi ketika kita tidak merawatnya kita akan celaka, seperti contoh yang kecil ialah : Merawat kamar mandi. Di rumah saja kita suka kepeleset apa lagi digunung. Untuk itu cintailah, dan rawatlah gunung kita, selalu utamakan keselamatan, karena bahaya tidak bosan menghampiri.


Mengatasi Gejala Hipotermia yang Baik dan Benar

5 Kebodohan yang Membuat Pendaki Mati di Gunung


Kebodohan/bahaya apa saja yang mungkin terjadi diatas gunung? Pertanyaan yang bagus !!! Kebodohan/bahaya yang harus kita waspadai adalah :
  1. Bencana alam seperti longsor. Hal ini bisa kapan saja terjadi dan tidak terduga diluar kendali para sobat/sobit petani. Sok jagoan dan ingin di puji, sikap inilah yang menjadi penyakit para pendaki pemula yang selalu dengan alasan mencari tantangan, melewati jalur yang tidak resmi, dan yang lebih parahnya tanpa dilengkapi navigasi yang baik, jangankan GPS atau peta topografi, kompas jhe tidak bawa. Maka petualangan merekapun diakhiri dengan mati dijurang dan kedinginan.
  2. Buruknya managemen logistik. Dipikiran mereka mendaki gunung itu identik dengan mie instan, hal ini menjadi salah besar, karena mendaki gunung itu suatu aktivitas yang berat butuh kalori hingga 4000 kkal. Kebutuhan kalori ini bisa anda dapatkan di daging berlemak, coklak bukannya mie instan.
  3. Buruknya packaging. Seni pendaki gunung seluruh bawaan harus ada didalam tas dan tidak boleh ada yang gelantungan. Cariel tidak dilapisi lagi dengan cover bag lalu baju ganti tidak dilapisi plastik, coba bayangkan ketika hujan.

    Baca Juga : 6 Tips Urutan Packing Tas Carrier yang Baik dan Benar
  4. Kesalahan pada dirisendiri atau sok jago, terlalu agresif ingin dipuji lalu tidak perduli dengan tingkat kehati-hatian. Lalu kurangnya persiapan fisik hingga mengalami hipotermia yang terlalu memaksakan kondisi badan.
  5. Hipotermia dikira kesurupan. Pendaki pemula yang mendaki tanpa ilmu yang selalu berbekal semangat tanpa perlengkapan, dan ini sering sekali  terjadi karena tidak tahu ilmu P3K, karena sipendirita hipotermia akan menggil, hilang kesadaran dan ngomong ngelantur. Berikut ini tips mengatasi gejala hipotermia.

Tips mengatasi Gejala hipotermia

  1. Cek dan pastikan pakaian si penderita tetap kering, kalau basah segera ganti dengan yang kering.
  2. Berilah minuman hangat seperti teh manis atau coklat panas, berharap suhu didalam tubuhnya cepat meningkat.
  3. Ajak ngobrol, selalu diajak bicara dan terus paksa untuk bergerak, jangan sampai sipenderita hilang sadar diri.
  4. Berikan selimut atau SB (sleeping bag) agar tetap hangat, kalau memang dalam kondisi darurat lepaskan bajunya, lalu peluk bersama transfer suhu panas kita ketubuh sipenderita.
  5. Lalu buat api unggun agar sipenderita terasa hangat, apabila ranting sulit ditemukan atau basah, bakar kaos pribadi.

Cara Mencegah Gejala Hipotermia

  1. Perlengkapan mendaki sesuai prosedur, seperti jaket gunung, celana quickdry, sleping bag, sarung tangan, kaus kaki, jas hujan.
  2. Disaat tidur jangan menggunakan celana jeans, yang menyebabkan lembab atau anyeb.
  3. Apabila pakaian yang anda gunakan basah karena kerinagat atau hujan segeralah ganti.
  4. Kalau sobat/sobit petani lelah dan ingin istirahat usahakan jangan sendirian, ikutlah berbaur dengan teman-teman yang lain, seperti ikut masak kalau tidak bisa masak semutin jhe tidak apa-apa.
  5. Dan kalau mau bocan atawe boteng pakai semua perlengkapan, seperti jaket, SB, sarung tangan, kaus kaki kalau perlu tidur desek-desekan agar tetap hangat.

Janganlah sekali kali anggap remeh , spele, karena naik gunung nyawa taruhannya. semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

Demikianlah artikel tentang Mengatasi gejala hipotermia.




Mengatasi Gejala Hipotermia yang Baik dan Benar

petani a.d.v

Salam lestari , salam silaturahmi , salam para petani , salam bunga padi .


EmoticonEmoticon