Wednesday, 13 April 2016

Bahaya !!! Kalau Naik Gunung Tidak di Bekali Ilmu Materi Dasar Survival

Berpetualang dialam terbuka mungkin itu hobinya para sobat-sobit petani. Seorang petualang harus bahkan wajib sekali membekali dirinya dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang artinya mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu, bisa juga diartikan orang yang sedang mempertahankan diri dari situasi atau keadaan yang buruk.

Ada juga kata Jungle Survival artinya : Suatu kondisi yang tidak menentu yang dihadapi seseorang atau sekelompok pada daerah yang asing atau terisolir digunung dan hutan, hingga kembali kepada keadaan yang normal. Sedangkan SURVIVOR adalah orang yang sedang melakukan kegiatan Survival, bisa perorangan atau berkelompok.

Materi Dasar Survival

Kebutuhan Survival

Seorang survivor harus mempunyai 4 hal, yaitu :

Sikap mental : Semangat Untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin serta rencana matang dengan kemampuan belajar dari pengalaman.

Pengetahuan : Cara membuat bivak, cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang dan cara mencari pertolongan.

Pengalaman dan latihan : Latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap dan lain-lain.

Peralatan : Kotak survival, pisau jungle dan lain-lain.

Masalah Yang Sering Dihadapi

Masalah atau problema yang berpengaruh itu tergantung dari situasi yang dihadapi masalah tersebut pasti karena sebab akibat . Masalah ini berasal dari 3 aspek, diantaranya :

Aspek psikologis
Aspek psikologis ini merupakan masalah mental, seperti : Cemas, takut, terasing, panik, putus asa, bosan, kesepian, putus asa dan lain-lain.

Aspek Fisikologis
Aspek Fisikologis ini berkaitan dengan fisik, seperti : Lapar, haus, lelah, ngantuk dan sakit.

Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan yang merupakan pengaruh luar yang menimpa survivor, seperti : Panas, dingin, hujan, angin, badai, hewan buas, medan yang berbahaya atau berat.

Kemampuan setiap individu sudah pasti berbeda dalam menghadapi pengaruh tersebut. Seorang yang biasa hidup dengan berbagai fasilitas yang memadai akan sulit menghadapinya apabila tidak pernah berlatih dan tidak ditunjang dengan pengetahuan dan keterampilan survival.

Tindakan Awal Pada Situasi Survival

Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Survial merupakan kehidupan dalam waktu yang mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan dan kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.

Tindakan Umum

Survival memiliki berbagai macam versi, survival yang kita akan bahas disini adalah menurut versi pecinta alam diantaranya :
Baca Juga : Tips  Mendaki Gunung Khusus Wanita
S : Sadarkan diri dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan harus dalam keadaan tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa harus dihilangkan
V : Vitalitas mesti ditingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat (Tujuan)
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asalkan mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar dan selamat

Apabila para sobat-sobit petani tersesat atau mengalami musibah cobalah ingat kata-kata diatas agar dapat membantu para sobat-sobit keluar dari kesulitan itu. Perlu ditekankan jika sobat-sobit tersesat gunakanlah kata "Stop" yang artinya :

S : Stop berhenti dan duduklah 
T : Thingking berarti berfikir
O : Observe artinya amati keadaan sekitar
P : Planning artinya buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Langkah Yang Ditempuh Bila Sobat-sobit/kelompok Tersesat, Berikut Kegiatannya

Mengkordinasi peserta, melakukan pertolongan pertama, melihat kemampuan anggota, mengadakan orientasi medan, mengadakan penjatahan makanan, membuat rencana dan pembagian tugas, berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar, membuat jejak serta perhatian dan mendapatkan pertolongan.

Memilih Lintasan dan Memilih Jejak


Ketika kita dalam keadaan tersesat apa yang akan kita lakukan? jangan bingung, cobalah berfikir, sebelum melanjutkan perjalan mulailah orientasi medan, kemudian menentukan arah dan memilih track yang aman, agar tujuan untuk keluar dari kondisi survival berhasil.

Cara untuk memilih arah cobalah berpedoman kepada matahari, karena matahari terbit ditimur tergelam dibarat. Berpedoman pada bintang karena rasi bintang crux atau bintang alib ragionalnya jika ditarik kekaki langit akan menunjukan arah selatan.

Kalau itu belum cukup cobalah berpedoman pada lumut yang ada dipohon, karena lumut yang tebal menunjukan arah barat. Pedoman ini tidak berlaku pada lereng, lembah dan hutan yang lebat.

Memilih lintasan disini untuk menghindari lintasan yang tidak jelas atau berputar-putar disekitar lokasi. Ketika para sobat-sobit memilih lintasan pada perjalanan hutan yang datarannya rendah, lalu menemukan sungai, cobalah ikutilah arah sungai tersebut sebagai pedoman untuk keluar dari kondisi survival.

Memilih Jejak

Pada kawasan hutan akan banyak sekali jejak yang erupakan tanda yang menunjukan adanya hewan bahkan manusia. Bentuk jejak yang para sobat-sobit petani harus diketahui, jejak tersebut apakah hewan atau manusia. Ketika sobat ssobit menemukan jejak telapak kaki, sepatu, sendal, sibakan atau pahatan pohon serta sampah itu menunjukan aktiivitas seseorang sebagai pemburu, penjelajah dan perambah hutan.

Usaha lain yang bisa menolong para sobat-sobit petani ketika dalam keadaan survival, serta untuk para survivor usahakan untuk membuat jejak yang jelas, agar TIM SAR dapat mencari dengan mudah. Jejak ini pun bisa dibuat dengan menggunakan barang bahkan tanpa barang sekalipun.

Jika temen-temen menggunkan barang seperti golok, buatlah jejak dengan cara menebas pohon atau bacok pohon tersebut. Jika menggunakan tali, cobalah ikat tali tersebut dibatang pohon dengan jarak sesuai medan. Sampah, potongan kain atau barang lain bisa sobat-sobit gunakan dan letakan pada jarak tertentu disepanjang jalur yang dilewati, usahakan dengan warna yang mencolok.

Ketika para sobat-sobit tidak ada barang yang bisa manfaatkan, cobalah manfaatkan keadaan sekitar dengan cara mematahkan ranting pohon, cabut pohon tersebut lalu tanam kembali, menyusun batu dan ranting yang membentuk panah.

Bahaya-bahaya Survivor dan Cara Mencegahnya

Banyak sekali bahaya yang akan dihadapi oleh seorang survivor seperti : Tegang, panik, cuaca yang selalu berubah panas dan hujan serta lelah karena kepanasan dan kemerosotan mental. Situasi seperti ini akan menambah parah ketika kita baru banget sembuh dari  sakit, demam, baru memperoleh vaksinasi, kurang tidur, kelelahan, dehidrasi serta kelaparan. Berik pencegahannya.

1. Pencegahan Dalam Keadaan Panas

Akliminasi, penyesuaian diri pada iklim, lingkungan serta kondisi.
Persediaan air harus.
Kurangi aktivitas.
Pakaian harus longgar, celana pendek, lengan panjang dan kaos oblong.

2. Pencegahan Pada Serangan Penyakit

Penyakit yang diderita seorang survivor, biasanya adalah demam, disentri, typus, malarian serta merosotnya mental.

Ketika cuaca mulai dingin, usahakan selalu memakai jaket tebal. Adapun cara mencegah gejala typus secara sederhana dimulai dengan memperhatikan lingkungan dan kesehatan tubuh kita sebagai upaya mengatasi pennyakit. 
Cobalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan beristirahat yang cukup, usahakan makanan yang sobat-sobit petani konsumsi itu bersih, karena typus itu infeksi pada usus halus juga pada aliran darah. Mencegah malaria cobalah gunakan pakaian yang menutup, serta mengkonsumsi obat anti malaria.

3. Pencegahan Merosotnya Mental

Merosotnya mental biasanya terjadi ketika seorang survivor sudah kehabisan tenaga, lelah, lesuh yang membuat survvivor kurang dapat berfikir dengan baik. Usahakan tenang, optimis, jangan panik, berdoa serta percaya akan pertolongan Allah.

Cara Mencari Air dan Makanan

Ketika seorang survivor kehabisan persediaan makanan dan minuman cobalah untuk  tetap tenang karena kita adalah hamba dari raja yang kaya yaitu Allah. Manfaatkan keaadaan disekeliling carilah sungai atau menggali tanah dibwah pohon besar, embun, atau pohon yang mengandung air seperti : Pisang, kantong semar, bambu rotan dan akar gantung.

Ketika sobat-sobit menemukan air dari perasan lumut, batang pisang dan air yang tergenang, usahakan murnikan terlebih dahulu seperti dimasak.

Makanan : Ketika survivor kehabisan persediaan makanan lalu apa yang dimakan?  cobalah manfaatkan disekelilingmu carilah tumbuhan umbi, biji, bunga, jammur dan buah yang dapat dimakan seperti : Umbi talas, rumput teki uwi atau gadung. buah senggani atau harendong, markisa atau konyal ceplukan, daun muda pakutiang, rasamala, selada air, sintrong daun muda cantigi, bunga honjee dan kecombrang dan bunga turi.

Ketika para sobat-sobit menemukan pohon pisang banyak sekali yang dapat dimakan seperi : Buah pisang, jantung, bagian batang bagian dalam serta bongkol pisang muda. Jenis jamur hutan yang dapat dimakan seeperti : Jamurr kuping dan jamur hitam. Perlu diwaspadai berhati-hatilah dalam memakan jamur.

Makanlah tumbuhan yang sudah dikenal, serta perhatikan hewan, apakah hewan tersebut juga memakan tubuhan yang ingin kita makan. Hindari dan berhati-hati pada tumbuhan atau buah yang berwarna mencolok, serta tumbuhan yang berduri juga bergetah putih seperti sabun, lalu berhati-hati pada biji-bijian yang berwarna merah.

Semoga bermanfaat. Salam lestari, salam bungan padi.


EmoticonEmoticon