Thursday, 27 July 2017

Tips Mengatasi Datang Bulan Pada Saat Mendaki Gunung

Tips Mengatasi Datang Bulan Pada Saat Mendaki Gunung

Khusus kaum hawa, ada banyak hal yang harus di pertimbangkan saat ingin ada niatan untuk mendaki gunung, mulai dari mendapatkan ijin orang tua, belum lagi saat kebelet cicis karena tidak ada MCK saat diatas gunung dan yang terakhir adalah datang bulan bukan pada tanggal nya. Coba bayangkan seremkan! makanya jangan ikut-ikutan naik gunung. hihihi

Hal diatas itu semua adalah masalah yang amat serius khusus nya bagi kaum hawa, "Lalu bagaimana cara mengatasinya"?? Berikut ini simaklah beberapa Tips Mengatasi Datang Bulan Pada Saat Mendaki Gunung.

1. Bawa selalu pembalut setiap mendaki gunung

Banyak pendaki wanita yang menyepelekan hal ini (tidak bawa pembalut) alasannya memang belum tanggalnya dan ternyata dia datang juga, aarrggg kamu pasti akan pusing, lalu kamu akan kerepot'an dan mulai minta ke tetangga sebelah, itupun kalau ada kalau tidak amsyong deh.

Maka dari itu selalu bawa yang namanya kue bantal, walaupun belum jatuh tempo dari pada repot nantinya ya kan!! Sedia payung sebelum bocor itu penting banget gaes.

2. Selalu membawa obat datang bulan

Perlengkapan P3K memang sangat-sangat wajib banget untuk kamu bawa saat mendaki gunung, karena apa? tuh kan jadi nanya hihihi. iya karena hal apapun bisa terjadi pada saat mendaki gunung, mulai dari yang namanya sakit gigi, sakit hati, sakit eyut, sakit demam, cedera otot dan si sakit yang lain nya.

Khusus untuk kaum hawa, ada satu obat-obat'an yang berbeda yaitu: Obat Datang Bulan atau Haid, obat yang satu ini wajib sekali ada di kotak obat kamu, karena kamu tau sendiri kan! datang bulan sakitnya kaya apa, coba jawab? "kaya melahirkan" emang udah pernah? hihi..

3. Pakaian berwarna gelap

Menurut prosedur pendakian sebaiknya gunakan pakaian terang atau gunakan pakaian yang berwarna cerah seperti: Kuning hijau dan lain-lain. Pembahasan pakaian berwarna gelap disini adalah hanya celananya saja, karena baju tidak mesti berwarna gelap. toh bocornya juga bukan di badan.

Alasan mengapa harus berpakaian (celana) gelap adalah: Agar tidak malu pada saat sibulan datang tiba-tiba. iye masa anak-anak cowok nunjuk-nunjuk "hayyy itu kamu ko merah" Ga lucu kan, pastinya kamu akan malu, maka dari itu hindari celana yang cerah, pakailah celana yang berwarna gelap.

4. Daleman tambahan

Tips Mengatasi Datang Bulan Pada Saat Mendaki Gunung selanjutnya adalah: Bawa daleman tambahan, itu bisa jadi alternatif bila kamu tidak membawa pembalut, bagaimana caranya ka? kamu buntel-buntel daleman cadangan kamu, lalu kamu jadikan pembalut dadakan, memang agak sedikit risih tetapi itu lebih baik dari pada tidak ada. Untuk kasus ini kembali ke no. 1

5. Jangan membawa beban terlalu berat

Umum nya wanita memang tidak boleh kerja keras, yang perlu kerja keras itu para cowo-cowo, tetapi ini tidak berlaku di gunung, mengapa? karena wanita di tuntut membawa perlengkapan sendiri, kamu tau sendiri kan prabotan lenong kaum wanita banyak, belum lagi berat makanan plus air yang kita bawa pasti tambah berat.

Solusinya adalah: Kurangi sedikit perabotan lenong yang sekiranya tidak penting-penting banget seperti: Tongsis, tripod dan lain-lain. Setelah kamu kurangi sedikit perabotan itu insya allah berat ransel kamu akan berkurang.

6. Jangan buang pembalut lebih baik di bawa pulang dan bersihkan di rumah

Gunung itu bukan tempat sampah, itulah slogan yang sering kita dengar, jangan tambah lagi dengan sampah pembalut, ini akan sangat memalukan bila ada seorang sapu jagad menemukan kue bantal yang dibuang sembarangan, karena di gunung kamu dituntut untuk kreatif. Bagaimana caranya ka?
Baca juga: 10 Tips Mendaki Gunung untuk Wanita.
Sediakan kantong plastik, tisu basah dan pewangi atau minyak kayu putih. Pertama bungkus pembalut dengan tisu basah (sampai tebal) jangan lupa baluri minyak kayu putih agar tidak bau, lalu bungkus lagi dengan kertas, terakhir masukan kedalam kantong plastik atau kresek untuk di bawa pulang dan di bersihkan dirumah.

7. Infokan Kepada Team Pendakianmu di Kala Menstruasi

Kegiatan mendaki (team) semua harus terbuka, misal: Ketika kamu punya asma atau penyakit pusing bila berada di ktinggian kamu bisa lapor, insya allah team kamu punya solusi. So tidak perlu hawatir, jangan sampai kamu tidak lapor karena itu akan merepotkan kamu dan team kamu sendiri, karena kondisi fisik atau tubuh wanita biasanya akan turun ketika datang bulan.

Tips Mengatasi Datang Bulan Pada Saat Mendaki Gunung yang telah disampaikan diatas tentunya haram banget bila kamu langgar. Bagaimana sudah siapkah kamu untuk mendaki gunnung, jangan lupa bekali dirimu dengan peralatan yang lengkap serta mental dan fisik yang prima. Selamat mendaki. Salam lestari, salam bunga padi.

5 komentar

Saya sangat setuju tentang sampah batal harus dibawa pulang jagan sampe menjadi penunggu gunung hehe

Sangat cocok gan mencegah lebih baik dari pada mengobati dan kalau bisa bawa bantalnya yang banyak siapa tau ada teman kita yang gak bawa kan bisa nolong juga

sangat mencerahkan untuk pecinta alam cewek yang lagi mendaki trima kasih gan niche info

Wahh cocok bangat nih, buat cewe kaya aku.. makasih bangat mas Vikar infonya 😊


EmoticonEmoticon